Sunday, December 27, 2009

spaghetti aglio olio ala maniapasta :)


Rating:★★★★
Category:Other

Menemukan resepnya disini :

http://maniapasta.multiply.com/

Kemudian coba dibuat karena ngga ribet dan cuman bermodalkan kemampuan iris-iris dan tumis-tumis.
Semua juga pasti bisa :)

Hasilnya : enak bangetttt.... *but only for fish and seafood lovers*
Seger dengan aroma daun jeruknya.
Trus kalo mau sedikit-sedikit americana, tinggal taburin kiju parut aja atau make kiju kraft yang baru itu, yang mudah leleh.
Makin enak. Hehehe.


Selamat mencoba....

and thanks to maniapasta :D

Onde-Onde Istimewa Banyumas


Rating:★★★★★
Category:Other
Jajanan tradisional favorit.

Kata teman yang membawanya ke kantor dan memberi se-kotak untuk aku sendiri (nyam1000X) belinya itu di sekitar Antasari, kalo ngga salah.

Harga : 10 ribu per kotak.
Satu kotak isi 5 biji.

Rasanya, duh ngga diragukan lagi.
Untuk penggemar jajanan tradisional seperti aku, si onde-onde ini akan memenuhi kebutuhan anda akan jajanan murah meriah tapi enak tenannn.
Enak banget deh pokoknya.
Ngomong2, sekotak itu aku abisin sendiri.
Ngga usah heran. Tapi ngga abis dalam sekejap kok *membela diri*
Baru jelang sore, bersih tandas tinggal kotak kosong tapi masi tetep enaakkkk :)

Saturday, December 26, 2009

miss bonjovi yang berjiwa penolong...

Jujur aja, aku beneran terkesan sekali dengan respon pertama dari teman satu ini saat dia me-reply email yang ku kirimkan ...   

Sebelumnya kita belum pernah email2an dan begitu aku kirim email, isinya langung permintaan tolong untuk suatu hal.... *halah www.malu.com*

Gimana aku ngga akan terkesan karena dia belum kenal aku dengan baik tapi begitu aku meminta tolong untuk sesuatu yang aku butuhkan dan udah dicari-cari sekian lama (beneran, aku udah cari2 barang itu ke showroom shafira di jakarta & bahkan di ujungpandang saat mudik namun tidak ketemu), hal sangat sepele dan mungkin ama orang lain bakalan dicuekin. Tapiiiiii dengan tangan terbuka dia bilang, ngga usah khawatir akan dibantu mencarikan barang tersebut.

Dan benar saja, pada hari Sabtu siang jelang sore 2 hari setelah email2an kami itu, teman yang baik ini sampe repot-repot menelpon aku dari Bandung untuk mengabari kalo barangnya ketemu namun hanya ada 8, tidak sampe 10 sesuai dengan yang aku pesankan.

ALHAMDULILLAH !!!  Baik banget  

Kami bahkan belum pernah bertemu muka, kenalnya juga begitu2 aja dari suatu blog saat ada kesempatan chat tapi dari situ aku bisa menangkap kesan kalo miss yang nge-fans berat ama Jon Bonjovi dan Nuno Bettencourt ini asli kocak abis orangnya, cenderung spontan, apa adanya (alias ngga ja'im),  dan berani...  . Mangkanya itu juga yang membuat aku memberanikan diri meminta tolong, orangnya berkesan positif sih. Ngga lebay.
Hal lain yang aku ketahui, dia itu rajin banget ama yang namanya fitnesssss .
And her name is Linakasuma.

Lin, makasi banget untuk pertolongannya    

Tidak ada perbuatan baik yang sia2, akan ada balasan berlimpah dari Allah. Aminnnnn

hhmmmm.... teman baik memang bisa ditemukan di mana aja.

picture : Linakasuma and si Nuno Bettencourt

Thursday, October 8, 2009

Politik dan Gempa...

what a good reading ...

totally co-pas dari sini

~ Indonesia Version~

Korban Gempa & Orang Kaya

[Isi artikel ini kurang lebih sama dengan surat saya yang diterbitkan di Jakarta Post kemarin. Saya terjemahkan buat teman2 yang kurang paham.]

Assalamu'alaikum wr.wb.,

Beberapa hari yang lalu, saya baca di berita bahwa menteri dan anggota senior Golkar Aburizal Bakrie telah berjanji untuk membuat dana 1 triliun untuk mengembangkan Golkar lagi (kalau mereka angkat dia sebagai ketua umum). Tetapi saya belum baca berita bahwa Bakrie ataupun orang kaya lain bersedia mendirikan dana 1 triliun untuk membantu korban gempa di Padang atau Jawa Barat. (Ada gempa bumi juga di Jawa Barat sekitar 4 minggu yang lalu, tetapi hal itu jarang dibahas sekarang. Tidak apa-apa. Kita seakan-akan hanya sanggup mengingat satu bencana saja. Mengingat dua sulit.)

Sepertinya, kalau sedang mengejar kekayaan dan kekuasaan, maka jumlah besar seperti 1 triliun bisa saja dicari. Dan sepertinya memang ada banyak sekali orang yang punya kekayaan pribadi yang besar karena jumlah mobil mewah seperti Bentley, Ferrari, Porche, Hummer, dan Lamborghini bertambah terus di jalannya Jakarta.

Bagi orang yang sangat peduli pada kekayaan dan kekuasaan, uang sebesar 1 triliun sepertinya bisa dicari dengan mudah, asal berhasil menambahkan kekayaan dan kekuasaan lagi. Tetapi kalau yang membutuhkannya adalah rakyat sendiri yang sedang menderita, maka suara dari kaum elit tidak terdengar lagi.

Kalau masih musim kampanye, pasti ada 40 partai politik yang siap terjun ke Padang untuk membagi-bagi sembako dan kaos dengan muka para caleg dia atasnya. Sayangnya ini sudah bukan musim kampanye lagi.

Hari Minggu kemarin saya lihat di berita bahwa TNI-AU akan berhenti mengirim bantuan ke Padang pada hari itu (4 Oktober). Alasannya, bantuan yang telah dikirim kemarin masih bertumpuk2 di bandara Padang, dan belum dibagikan. Sepertinya tidak ada yang tahu siapa yang seharusnya bertanggung jawab atas semua bantuan yang sudah dikirim itu. Tetapi tidak ada yang peduli. Solusi yang paling sederhana adalah untuk berhenti kirim bantuan sementara.

Pemerintah bertindak secara lambat dan birokratis (seperti biasa). Contohnya, saya juga lihat di berita bahwa salah satu bupati di Padang menolak untuk membagikan bantuan yang telah diterima kecuali para korban bisa menunjukkan surat2 dari ketua RT dan RW. Oleh karena itu, bantuan bertumpuk2 di dalam kantor sang bupati tersebut. Saya jadi berfikir, bagaimana caranya untuk mendapatkan surat dari ketua RT kalau sang ketua RT sendiri juga tertimbun di bawah reruntuhan rumahnya?

Kalau perkara yang sama sedang terjadi di negara barat yang maju, seperti Australia, Inggris, atau Perancis, maka semua warga pasti sudah mulai protes dengan keras. Orang yang bertahan hidup tanpa makanan, minuman, tempat pengungsi atau pengobatan selama 5-10 hari pasti teriak dengan keras tentang tindakan pemerintah yang lambat, dan kemungkinan besar ada pejabat yang terpaksa mengundurkan diri. Tetapi ini Indonesia.

Bisa dijamin sebagian korban akan wafat, walaupun selamat dari gempa, disebabkan mereka tidak dapat air bersih, makanan, obat-obatan, dokter, dan sebagainya. Tetapi itu bukan perkara besar karena mereka tidak akan dihitung. Hanya orang yang wafat cepat dari luka2nya akan dihitung oleh pemerintah. Tetapi dalam minggu-minggu dan bulan-bulan yang mendatang, akan ada lagi yang wafat dari penyakit yang bisa diobati, seperti diare, dihidrasi, infeksi, dan sebagainya. Tetapi karena mereka tidak wafat secara cepat, mereka tidak akan masuk perhitungan sebagai korban. (Korban yang paling baik adalah yang sudah wafat pada saat ditemukan, jadi lebih mudah untuk dihitung.)

Banyak negara sudah antrian untuk memberikan bantuan kepada korban di Padang, dan itu sangat dibutuhkan dan juga sangat dihargai. Tetapi warga Indonesia yang kaya bisa melakukan lebih tanpa harus ada bantuan dari negara asing. Tetapi sepertinya mereka tidak mau. Mayoritas dari orang kaya yang pernah saya lihat di Jakarta lebih terobsesi pada diri sendiri daripada orang lain, dan hanya bisa utamakan diri sendiri di atas segala-galanya. Atau minimal mereka akan membantu orang lain sesedikit mungkin (usaha yang paling kecil) tanpa terlalu berkorban supaya masih bisa hidup dalam kekayaan yang sangat berlebihan.

Dalam sejarah manusia kita, ada banyak sekali contoh dari orang yang sangat mulia dan baik hati, yang tidak peduli pada kekayaan yang berlebihan, dan lebih peduli tentang bagaimana mereka bisa membantu dan melayani orang lain, untuk mengangkat dan memperbaiki martabat manusia. Mahatma Gandhi, Martin Luther King, Nelson Mandela dan Bunda Theresia adalah beberapa contoh saja. Kalau seandainya kita punya orang seperti itu yang tinggal di sini untuk menjadi contoh bagi yang lain, maka barangkali akan ada lebih sedikit Hummer di jalan-jalannya Jakarta dan lebih banyak dapur umum di Padang sekarang.

Tetapi ini Indonesia. Sebenarnya yang nyata adalah bantuan akan datang sedikit demi sedikit, sebagian orang akan bertahan hidup, sebagian lain akan wafat, sebagian akan menjadi pengemis karena mereka jatuh miskin atau badannya menjadi cacat, dan seluruh negara akan lupakan nasib saudara kita di Padang dan akan berfokus lagi pada artis sinetron yang mana yang sedang cerai.

Dan kita akan begitu terus sampai bencana yang berikut, dan pada saat itu semua orang akan kembali peduli untuk beberapa saat saja, sebelum sinetron atau acara gossip mulai lagi di tivi.

Dan kaum elit yang punya uang dan kekuasaan di Jakarta akan lupa juga, dan akan berfokus lagi pada sebuah keputusan yang berat: “Apakah saya mau beli sebuah Bentley lagi, atau beli Ferrari saja?” Dan dunia akan berputar terus. Selamat datang di Indonesia. Sampai jumpa pada bencana berikut. Dan pada saat itu, komentar ini bisa diulangi lagi karena pasti belum ada yang berubah.

Wassalamu'alaikum wr.wb.,
Gene

~English Version~

Letter to Jakarta Post : Politics and Earthquakes

[Published in Jakarta Post on 7 October, 2009]

Several days ago I read a news report saying that government minister and senior member of Golkar political party, Aburizal Bakrie, had openly pledged to set up a one trillion rupiah trust fund for Golkar to help them win elections in the future (if they make him their leader). But until now, I haven’t read anything about a 1 trillion rupiah fund from Bakrie or anyone else to benefit earthquake victims in Padang and West Java. (There was also a serious earthquake in West Java about 4 weeks ago, but no one seems to remember that anymore).

It seems that when power and prestige are at stake, Indonesia’s political and financial elite are able to find massive sums of money to further their ambitions. There is certainly no shortage of personal wealth available here, as evidenced by the ever increasing number of Bentleys, Ferraris, Porches, Hummers, and Lamborghinis that are visible on the streets of Jakarta these days.

People who are members of the financial elite seem to care so much about power and money that when opportunities to get more power and money present themselves, then massive amounts like 1 trillion rupiah can suddenly become available. But when it comes to providing much needed humanitarian assistance for fellow citizens, then the same voices are never heard. Although, if this was still the election campaign season, then there would be up to 40 political parties in the disaster area, handing out food and T-shirts with candidates’ faces on them, and money would flow like water. Unfortunately, the campaigning is over.

And the government seems determined to do everything as slowly and bureaucratically as possible. For example, I saw on the news that one regent refused to release aid (which was piling up in his office) unless victims could show documentation from their neighborhood chief (presumably to prove that they were residents and that their houses had been destroyed). I wondered how an earthquake victim would get the necessary letters if the local chief himself was also buried under the ruins of his house.

If this same series of events was happening in a developed country like Australia, the UK, or France, there would be public outrage at the slow pace of the government. People who have been without food, water, shelter and medical attention for 5 days would be demanding that someone take responsibility, and some member of the government would probably have to resign. But this is Indonesia.

Some people will probably die after surviving the initial earthquake, simply because they have limited or no access to food, water, medicine, doctors and so on. But that doesn’t really bother anyone, as no one will count them. Only the people who died quickly from their wounds will be counted in the government’s official total and no one will take responsibility for or protest about the old and the young who will die in the weeks and months to come from treatable illnesses like diarrhea, dehydration or infection. Those people probably aren’t as important as the initial victims, who are much easier to count because they were already dead when found by rescue workers.

Many countries are lining up to send assistance to the victims in Padang, and that is both desperately needed and gratefully accepted. But the wealthier citizens of Indonesia are capable of doing so much more by themselves. Unfortunately, they probably won’t. A majority of well-off people that I have seen in Jakarta is so full of self-interest that it almost seems to be a cultural obsession to take care of yourself above all else and do as little as possible to help others. Or at least, help others a little bit (as a token gesture) without sacrificing too much, so that you can still live in excessive luxury.

In our human history, there have been numerous examples of larger than life individuals, who were less concerned with lives of excessive luxury and more concerned with how they could be of service to others, for the benefit and also the betterment of all mankind. Mahatma Gandhi, Martin Luther King, Nelson Mandela and Mother Theresa are just a few examples. If only we had such people living here in Indonesia to set an example to others then there might be fewer Hummers on the streets of Jakarta and more free public kitchens in Pandang right now.

But this is Indonesia. Realistically, we can expect that aid will slowly arrive, some people will live, some will die, some will survive and become beggars because they are destitute and physically disabled, and the whole country will forget and focus their attention once again on which TV stars are getting divorced. At least until the next natural disaster occurs, and then everyone will care again for a few minutes before their favorite soap operas and celebrity gossip shows start.

And the people with wealth and power in Jakarta will also quickly forget, and will refocus their attention on a very a difficult decision: “Shall I buy another Bentley or a Ferrari this time?” And life will go on as usual. Welcome to Indonesia. See you next natural disaster, when the comments above will be repeated again as nothing will have changed.

Gene Netto
Jakarta, Indonesia

foto image dari sini .....

Monday, October 5, 2009

ada VP yang protes...

Tadi pagi, saya baru mengetahui satu fakta bahwa ternyata sign in ke Multiply sudah tidak bisa lagi akses lewat komputer kantor. Sewaktu masuk kerja hari Jum'at kemarin setelah cuti lebaran, saya belum sempat buka MP dari kantor. Namun menurut teman, hari Jum'at kemarin itu masih bisa dibuka.

Mengetahui fakta demikian, saya langsung chat dengan teman sekantor yang ada di gedung sebelah. Saya beritahu kalo MP ditutup dan menanyakan bagaimana dengan status  Facebook (berhubung saya ngga punya account FB gitu lohhhh.... ), apakah FB mengalami nasib yang sama ???
Dan jawabannya adalah ternyataaaaaa oh tenyataaaa ngga tuh, FB tetep terbukaaaaa
Aman sejahtera dan lancar jaya *semboyan sejatinya si dokter*

Dan menjelang sore tadi, ada fakta baru saya ketahui. Ternyata FB pernah ditutup tapi dibuka lagi karenaaaaaaaaaa banyak yang protes dan salah satu diantara yang protes adalahhhhhhh : pejabat VP  .......

Gilingan ya, bukannya saya mau mengambil peran sebagai si sirik di majalah Bobo dalam kondisi ini cuman ini kan aneh bin ajaib banget.

Ada si IT yang ngambil keputusannya segitu plin plan dan ngga jelas dan ngga sama rata, yah kalo ada yang dibuka.... buka aja semua. Jelas-jelas pemakai FB sejuta kali lipat dari pengguna MP. Ngga make sense banget ngambil keputusannya. Ngga bakalan ngaruh terhadap efisiensi secara signifikan. Aneh banget.

Ada pula si VP... idih segitu addicted-nya ama FB. Emang di rumah, ngga ada PC atau NB untuk facebook ceriaaaa ya, segitu protesnya kalo FB sampe dituup. Kesiannn deh......


Namun yang jelas kekuasaan memang berbicara dalam semua hal bahkan dalam urusan facebook sekalipun

image dari sini

Saturday, October 3, 2009

Cuman XL yang bisa : kebetulan saja ataukah memang lebih bagus ???

Sejak hari pertama terjadinya gempa di Sumatera Barat, beberapa stasiun TV sudah mulai menayangkan program khusus meliput musibah bencana ini secara kontinu. Dari situ, ada hal yang menarik perhatian saya.

Beberapa telpon masuk dalam program TV tersebut yang memberikan informasi tentang kondisi setelah gempa menyaakan bahwa satu-satunya jaringan GSM yang dapat digunakan dan terhubungi hanyalah pro XL. Jaringan dari povider lain tidak ada yang dapat berfungsi. Dan ini benar, saya alami sendiri karena ada teman saya yang menetap di Padang. Sejak Rabu malam setelah kejadian hingga saat ini, tidak ada satupun dari 2 nomor GSM milik dia yang dapat saya hubungi (tentu saja keduanya bukan nomor XL). Dan sampai sekarang, saya dan teman-teman lain di Jakarta tidak ada yang mengetahui kondisinya

Masalah jaringan GSM ini menarik perhatian bagi saya karena selama kurun waktu 10 tahun ini, saya merasa cukup dan sangat setia dengan hanya menggunakan satu nomor dari satu jaringan GSM. Saya belum pernah terpengaruh oleh iklan, promo, atau apapun bentuknya untuk menggunakan atau memiliki nomor lain selain dari yang saya gunakan saat ini.

Tapi setelah mengikuti live program TV (hingga dini hari) dengan mengetahui dan mendengar berbagai informasi  yang nyata saat terjadinya gempa bumi di Sumatera Barat kemarin, saya jadi terpikir untuk memiliki nomor GSM lain dan yang jadinya terpikirkan adalah pro XL ini. Hal ini terutama juga dipicu kuat karena saya terpisah jarak dengan orang tua dan keluarga yang saat ini menetap di pulau lain. Saya dapat membayangkan bagaimana kekhawatiran dan kecemasan apabila kita tidak mengetahui dan memiliki informasi mengenai kondisi keluarga kita saat terjadi sesuatu.

Nah untuk itu, saya ingin memperoleh informasi dari teman-teman yang memiliki pengetahuan mengenai jaringan GSM ini, apakah fakta bahwa hanya pro XL yang dapat berfungsi pada saat terjadinya gempa bumi kemarin hanyalah kebetulan saja ataukah memang jaringan ini lebih bagus dari rekan-rekan sejawatnya yang lain ??? Tolong pencerahan ya dari teman-teman sekalian. Terimakasih sebelumnya.
Saya yakin segala sesuatu sudah Allah Maha Kuasa yang menetapkan dan berkehendak penuh tetapi kita tentunya dianugerahi kemampuan berpikir supaya kita bisa mengambil pelajaran dan hikmah baik dari segala situasi yang terjadi.

copy image dari sini

***Dari lubuk hari terdalam,  saya turut prihatin dan berduka cita atas gempa bumi yang menimpa saudara-saudaraku setanah air di Sumatera Barat. Hanya Allah SWT, Allah Maha Kuasa yang membuat ketetapan untuk semua hal yang terjadi. Insya Allah semuanya selalu dianugerahi kesabaran, ketabahan, dan kekuatan lahir batin dalam menghadapi ujian ini walaupun pastinya jelas menakutkan sekali. Semoga kita semua selalu bisa berprasangka baik atas semua ujian Allah. Tiadalah mungkin Allah akan menguji diluar kemampuan dan kekuatan hambaNya.
Semuanya akan membantu dengan hal terkecil yang dapat dilakukan, tidak akan tinggal diam. Insya Allah, amin ya Robbal alamin.

Friday, July 10, 2009

Chocolate Monggo : uenakkk tenan...


Rating:★★★★
Category:Other
Hari ini, ada teman di kantor yang bawa oleh-oleh dari Jogya, bukan bakpia pathuk seperti biasa tetapi coklat. Namanya Chocolate Monggo. Pasti udah banyak banget yang kenal dengan merk coklat ini. Aku memang ketinggalan sekali. Heheh. Kata teman-teman, di Jakarta pun juga udah ada, di Hero, Circle K, Kemchicks, atau Carrefour.

Ternyata coklat ini enakkkk banget. Kualitas coklatnya bagus (cocoa beans pilihan dari Jawa & Sumatera) dan ternyata harganya memang lebih mahal dari coklat-coklat local secara umum. Ada yang bilang malah beda-beda tipis ama coklat impor.
Buat aku, cadburry mah lewat. Aku lebih cocok dengan cita rasa coklat ini.
Tadi nyobain yang jenis dark dan praline cashew nut crème. Perfect !!!

Nah sayangnya, setelah bolak balik kemasannya yang make recycle paper ternyata ngga ada label halal sama sekali. Hiks. Tadi aku mutusin untuk makan karena lihat ingredientsnya terdiri atas : cocoa mass, cocoa butter, soya lecithin (kalo tertera lecithin doang, aku ga bakal mau cicipi), sugar, & vanilla. Trus masuk ke website-nya juga, mereka claim menggunakan bahan 100% natural dan no preservatives.

Tapi tetep aja gemes, coklat batang kualitas bagus produksi dalam negeri tapi ga ada sertifikat halalnya. Sayang banget. Mungkin karena creator coklat ini asal Belgia sehingga tidak terlalu perhatian terhadap halal thoyyib-nya makanan. Sementara coklat itu tetap aja ada titik-titik kerawanan dalam hal kehalalannya walaupun ngga make rhum & sejenisnya.
Aku akhirnya kirim email ke alamat yang tertera : cacao6mania@yahoo.com dan info@chocolatemonggo.com untuk menyampaikan concern aku soal status halal ini.
Alhamdulillah ternyata respons-nya ngga perlu nunggu lama.
Ini dia, aku kutip sebagai referensi untuk teman-teman :













*****************
From: DEWI INTAN [mailto:cest_intan@yahoo.com]
Sent: Friday, July 10, 2009 11:22 AM
Cc: cacaomania
Subject: Re: Chocolate Monggo - Halal Certificate

Dear Mba Irma

Terima kasih karena sudah mencoba Chocolate Monggo dan semoga akan menjadi penggemar.
Saat ini kami sedang menunggu untuk mendapatkan lebel MD dari B POM. Setelah ada lebel MD barulah lebel halal kami dapatkan.
Dan perlu di ketahui, semua bahan baku yang dipergunakan untuk memproses produk Cokelet Monggo semua Varian sudah bersertifikat halal ( dari Supplier ) dan bahan baku nabati.
Kiranya informasi ini dapat mengurangi rasa khawatir anda untuk mengkonsumsi Produk kami.
Terima kasih.

Best Regards,
Team Chocolate Monggo
Intan
*****************

Sudah aku reply kembali email diatas, say thank you atas informasi mereka dan tetep sarankan untuk urus sertifikat halal MUI.

Buat teman-teman yang penggemar berat coklat, punya concern tinggi dengan sertifikasi halal MUI, dan cinta sekali dengan produk dalam negri kita.... ayo dong, kirim email juga ke alamat email-nya chocolate Monggo.
Mari kita ”paksa” mereka untuk urus sertifikat halalnya.
Sayang kan, produk dalam negeri berkualitas bagus tapi ga bersertifikat halal.
Karena kalo bukan kita, konsumen muslim yang melakukan ini, terus siapa lagi kan... D

Tadinya aku mau beri bintang 5 untuk Chocolate Monggo tapi karena ketiadaan sertifikat halal itu jadinya bintang 4 aja deh.
Besok-besok kalo udah bersertifkat halal,wah aku bakal beneran totally pindah hati ke Chocolate Monggo ini.

Sukses selalu untuk Chocolate Monggo.
Ayo cintai produksi dalam negeri !!!

*image praline cashew nut crème dicopy dari : www.chocolatemonggo.com



Monday, April 27, 2009

Inacraft 2009 ...... emang ga ada matinya :)

Rating:★★★★★
Category:Other
Inacraft, event setahun sekali ini terlalu sayang untuk dilewatkan. Jikalau memang ada kesempatan dan kesehatan heheh...
Untuk Inacraft 2009 berlangsung dari tanggal 22 - 26 April 2009 bertempat di JCC, all rooms.

Setelah sukses diracuni abis ama teman-teman di kantor, finally aku bareng temen kantor juga yang belom sempat ke sana, berangkat ke JCC pada hari minggu (hari terakhir) pelaksanaan Inacraft 2009. Kami tiba di JCC pukul 10 pagi dan parkiran sudah rame. Alhamdulillah teteub ngantri namun tidak ada kesulitan yang berlebihan, masih dapat tempat parkir yang tergolong dekat. Trus beli tiket masuk senilai Rp. 10 ribu pun tidak perlu ngantri. Tapi di dalam sudah rame banget terutama di area batik2an dan segala sesuatu yang berhubungan dengan "wanita" ...hehehe.

Selain memang memenuhi keinginan untuk membeli dan memiliki barang-barang unik produk lokal dan dengan harga lumayan murah (asalkan kuat nyari2 dan betah nawar), menurut saya event seperti inacraft ini memang memiliki kemampuan untuk menumbuhkan rasa cinta dan bangga terhadap tanah air. Duh... bukannya mau lebai, tapi rasanya kok setiap kali menjajal inacraft selalu saja menyuburkan kembali rasa bangga dan cinta terhadap tanah airku ini. Dimana lagi bisa merasakan dan menikmati kekayaan indonesia, dari sabang sampai merauke di satu tempat saja. Dari makanan, alat musik, kerajinan tangan untuk asesoris rumah, wanita, segala batik, baju2 tradisional lain atopun dari industri rumah tangga, permata2 nusantara baik mutiara, batu2n dan sebagainya. Rasanya terharu deh. Tanah airku ini memang kayaaa sekali. Dan bukan cuman aku saja loh, beberapa kali aku mendengar percakapan orang lewat seperti ini, ... ternyata indonesia itu kaya yaaaa ya iyalahhh... Kalo kaum expatriate asing, jelas pasti adalah dan sepertin ya lebih banyak dari tahun-tahun kemarin atao sama ajah. Kata temenku sih, lebih banyak :)

Dan hasil penemuanku di hari minggu kemarin adalah : telor asin dari stand jawa timur (kayaknya Lamongan deh), kerupuk ikan palembang (pengen makan empek2 tapi yang ngantri bikin males), shampoo, hair spa, foot scrub yan merk cocon katanya sih virgin coconut oil, gelang2 batuan entah kalimantan atau papua (lagi addicted banget ama gelang batu), 'n baju heheheee....
Yang jelas, aku menyesal banget karena beli telor asinnya cuman dikit... ternyata telor asinnya uenaaaakkkkkk banget hiks.
Temenku sendiri sukses dengan berbagai asesoris rumah dari lukisan-lukisan bali (ada 4 lukisan kali, katanya sih harganya lumejen murah dibanding bli di luar), kendi2 untuk pajangan dan berbagai hiasan rumah lainnya. Sampe nyewa tukang dorong buat barang ke mobil.

Inacraft .... two thumbs up !!!
Untung cuman setahun sekali, kalo ngga bisa membuat bangkrut... heheh.


gambar dari sini : http://www.ptmediatama.com

Monday, April 13, 2009

Eternal Singing : Endless Love IV

Rating:★★★★
Category:Music
Genre: Other
Artist:Yao Si Ting
* very very recomended ablum for audiophile lovers *

........ namun demikian sebagus apapun, tetepppp aja cukup bintang 4

secara menurut saya, 13 track lagu itu dibandrol dengan harga yang mahalllll...*ngikutin ruben onsu*

yah gitu deh, dimana-mana ada harga ada barang...


Adapun track list-nya adalah sebagai berikut :
01 Speak softly, Love
02 Tonight I Celebrate My Love
03 Smoke Gets In Your Eyes
04 It doesn't Matter
05 Because Of You
06 You've Got A Way
07 How Deep Is Your Love
08 Be Thou My Vision
09 When I Fall In Love
10 A Living Prayer
11 Somewhere In Time
12 We Are One
13 One More Time





playlist : Track 06 You've Got A Way

Thursday, April 9, 2009

... dan jari kelingking saya pun tetap bersih

Dari semalam, saya sudah siap-siap untuk mengikuti perhelatan pesta demokrasi. Awalnya hanya akan centang untuk partai saja tetapi menjelang pulang kantor rabu malam, seorang teman memberikan sedikit pencerahan mengenai caleg yang sebaiknya dicentang. Alhamdulillah, semakin mantap aja rasanya untuk ikut menjadi bagian dari pemilu legislatif tahun 2009 

Keesokan paginya, siap-siap berangkat ke TPS bareng tetangga sebelah. Kebetulan ibu tetangga sebelah rumah pun tidak terima form C4 seperti halnya saya. Tetapi beberapa tetangga lain yang tidak terima bilang datang aja keTPS yang ada di cluster depan kami, disitu nama kita tetap ada kok di DPT-nya. Lagian sewaktu pemilu 2004 kan, nama saya ada mana mungkin sekarang tidak ada.

Sampai di TPS terkait, kami pun ngecek nama pada panitia. Alhamdulillah ibu tetangga sebelah terdaftar. Dan saat giliran saya untuk dicarikan namanya di DPT, ternyata nama saya tidak ditemukan

Namun tidak putus asa, saya memutuskan untuk mencari tahu di TPS lain yang ada dalam area kompleks perumahan kami. Ada 2 TPS lain. Maka saya pun pergi mencari tahu kemungkinan nama saya ada dalam DPT di dua TPS tersebut. Saya tau peluangnya tipis. Dan ternyata....... benar adanya kalo ternyata nama saya benar-benar tidak ada dalam DPT di kedua TPS tersebut 

Rasanya kecewa sekali, pengen nangis tau ga sih saat menerima kenyataan di TPS terakhir kalo ternyata nama saya tetap tidak ada.

Dan kemudian saya jadi merasa kalo semua orang-orang memamerkan jarinya yang tercelup tinta. Saya pun merasa malu sekali. Jari saya semuanya bersih tidak ada yang tercelup tinta.

Keterlaluan sekali !!!  Saya bukan golput, saya tidak mau golput.
Tapi saya dipaksa untuk golput.    


epilog :
*ditujukan untuk diri sendiri*
dear irma yang baik, ingat terus Q.S. Al-Baqarah ayat 45 yang artinya :

"jadikan sabar dan shalat sebagai penolongmu dan sesungguhnya itu berat kecuali bagi orang-orang yang khusyu' "


image dari sini

Tuesday, April 7, 2009

MURI : PKS Partai "Terbesar" di Gelora Bung Karno (GBK)

totally co-pas dari blog favorit saya disini


Lumayan, sebagai suatu prestasi. Tetapi berhasil mengisi GBK tidak sama dengan memperoleh suara terbesar di Indonesia. -Gene

 

Muri: PKS Partai 'Terbesar' (di GBK)

Politik
07/04/2009 - 19:59
Djibril Muhammad

INILAH.COM. Jakarta - Keberhasilan PKS 'memutihkan' Gelora Bung Karno (GBK) Jakarta, berbuah pada penghargaan dari MURI. DPW PKS DKI Jakarta bahkan memecahkan rekor sebagai penyelenggara peserta kampanye terbanyak.

"Kita dapat laporan dari Sekneg Pusat Pengelolaan Komplek Gelora Bung Karno, peserta kampanye yang ada di dalam tribun tempat duduk sejumlah 87.000 orang, di lapangan sepakbola sejumlah 20.000 orang, sedangkan yang berada di luar gedung 15.000 orang. Sehingga total 122.000 orang," papar Ketua Umum MURI, Jaya Suprana.
Hal tersebut disampaikannya ketika menyerahkan penghargaan berupa rekor MURI kepada PKS sebagai parpol yang dapat mengerahkan massa terbanyak dalam kampanye terbuka, di Cafe D Lounge, Jakarta, Selasa, (7/4).

Menurut Suprana, penghargaan yang diberikan kepada PKS bukan karena kedekatannya dengan mantan Presiden PKS, Hidayat Nur Wahid. Karena dirinya juga berdekatan dengan tokoh-tokoh politik lainnya seperti, Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri dan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.
"Tapi saya datang karena fakta bahwa memang Gelora Bung Karno pada waktu itu (kampanye terbuka, 30 April) PKS membawa peserta terbanyak," ujarnya.

Sedangkan Ketua DPW PKS, Triwisaksana mengatakan semoga penghargaan MURI tersebut dapat menambah kepercayaan massa dan pendukung PKS. Karena tidak mungkin masyarakat begitu antusian mengikuti kampanye tanpa didahului dengan kerja-kerja nyata PKS.
"Para kaderlah yang patut mendapat penghargaan ini, berkat mereka masyarakat mau ke Gelora Bung Karno tanpa harus dibayar" jelasnya. [jib]

Sumber: Inilah.com


foto ngopi punya akhi haris respati

 

 

Sunday, March 29, 2009

sudah dua kali...

sudah dua kali tanah air ini di terjang tsunami...
blum terhitung yang lainnya
berbagai jenis bencana udah pernah bertandang
tanah longsor, gempa bumi, banjir, kebakaran....
duh menunggu bencana yang seperti apa lagi kah kita
 







Al-Qur'an Surah Al-A'Raaf : 96

وَلَوْ أَنَّ أَهْلَ الْقُرَى آمَنُوا وَاتَّقَوْا لَفَتَحْنَا عَلَيْهِمْ بَرَكَاتٍ مِنَ السَّمَاءِ وَالأرْضِ وَلَكِنْ كَذَّبُوا فَأَخَذْنَاهُمْ بِمَا كَانُوا يَكْسِبُونَ


Jika sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya.


Apakah kita semua sudah benar-benar kehilangan rasa takut sehingga janji dan ancaman Allah SWT yang dinyatakan jelas dalam Al-Qur'an yang katanya kita jadikan pegangan hidup karena kita adalah umat Islam, tidak kita hiraukan lagi ???
Mungkin menunggu hingga tiba giliran kita kali ya...


mengutip lagunya Ebiet G.Ade "Masih Ada Waktu" :
sampai kapankah gerangan
waktu yang masih tersisa
semuanya menggeleng
semuanya terdiam
semuanya menjawab tak mengerti
Yang terbaik hanyalah segera bersujud
mumpung kita masih di beri waktu

Namun demikian, di setiap kejadian pasti ada hikmah dan pembelajaran di dalamnya
Semoga kita semua bisa berpikir dan berlaku cerdas untuk mengetahui hikmahnya
Dan mari kita bantu saudara-saudara kita yang menjadi korban bencana Situ Gintung
dengan do'a, materi, atau apapun itu yang dapat kita lakukan...


image dari sini



jangan bikin malu di 2009

saya tahu link ke youtube-nya dari postingan pak dokter disini
ada 5 video parodi kampanye partai
dan semuanya kocakkk abisss...... ancurr banget tapi kreatifffff
*katanya sih udah pernah tayang di metro TV tapi saya blom pernah liat*

tio pakusadewo ...pastinya 5 jempol deh
ilham anas jadi barrack obama......... *teteubbbb*
'n tentu saja happy salma denga acting yang oke banget trus make baju merahhh pula
*mewakili partai yang mana tuhhh ???*


sekelumit ocehannya si happy salma :
.... memastikan pembagian yang adil
untuk kita para PENGUASA

.... dan rakyat kecil hanya mendapatkan
bagian yang kecil-kecil saja
nihhhh..... buat beli makan

.... oleh karena itu, pilihlah partai yang bisa dipercaya
yang bukan hanya mengumbar janji
tapi juga mampu menghilangkan barang bukti

KESEJAHTERAANMU adalah BUALANKU...



selain itu, ada juga nih pengumuman penting dari Jangan Bikin Malu di Pemilu 2009 sbb :
jangan sampe salah pilih,....
atau tidak memilih
bisa-bisa orang goblok yang nanti...
memimpin negeri ini


yuk mariii.....rame2 ikutan contreng tgl 9 April besok
please dong ah ...... ga usah golput dulu lah sekarang
kan pesta 5 tahun sekali dan belum tentu loh, kita masih ada umur untuk ikutan di pesta berikutnya
ntar kalo udah jadi pemilihan setahun sekali baru deh kita golput ....berhubung capeee deh

salah satu sumber di youtube adalah ini